Jumat, 29 Januari 2010

Tak Kan ada yg TERULANG LAGI… dan takkan ada…

CinTa… oH ciNta..

Bagai seBuah dilema yg suLit tuk dipaHami,,,

ataU bahkaN amaT suLit tuk diPeLajari…

tak setiA…

tAk tepati jaNji…

ssuatu yG amat mengiriS jiwa.. !

kesaLahan terfataL bagi sang iNsan yg saLing menciNtai..

kesaLahan terbesar baGi sang pengemis ciNta…

ooh !

tiDak !

saLah bagiKu..

saLah bagiMu…

saLah bagi siapapUn yg mengerti akaN arti ciNta…

tApi sAng peri???

Mana ???

Huhh ! pemboHong’ny diaa !!!

iNgin rasa’ny menCeburkan diri ke aiR raksa sekaLipun krNa penyesaLan terBesar itu…

bOdohh !

boDohh !

jaNgan lakukan itu Lagi whai Peri penaBur Luka !

jaNgan !!!

jaNgan !!!

daN yg biSa dya jawaB dari pertaNyaan2 menegaNgkan itu hanya…

“Tak kan ada yg teruLang Lagi wahai pAngerankku…”

daN tuk kesekian kaLi dy bLg..

sekaLipun pangEran paLing smpurna dataNg kehadapanNya daN mmberi sejuta tawaraN kbahagiaan dan kesenangan semu unTuk sang peri..

tPi hanYa PangeranLah yg mampU…

meLuLuhkan beKunya hati sang pEri..

daN memiLiki segaLa rasa yg ada didaLamnya..

hanya satu..

yaiTu pangeraN…

hanya pangEran…

Ya…

buKan bagi diaa diaa yg Lain…

tiDak untuK diaa diaa yg Lain…

haL teriNdah bagi Sang Peri…


SenandUng raMai hUjan

yg kiAn mmebanjiri “hatii kecil Si PeciNta” iNi…

iNdah...

Bahagia...

sejukkan jiWa yg semuLa remuK,

HancurKan keraguAn yg bergiliran menusuk…

PerLahan menunjukan boLa2 ciNta yg semuLa tersembunyi,

daLam buiH2 keraGuan jahat daN ketidak setiaan yG tak pasti..

terus.. terUsLah sperti iNi…

iNgin rasa’ny tak perNah berahir..

iNgin rasa’ny kbhagiaan dan keceriaan tak terhingga inii

abadii ..

Ya Tuhan..

abadiKah ciNta ini..?

atau keLak kan kau pisaHkan kami dengan badai2 Lain yg entah tak perNah kami ketaHui…

kuatkan kami..

Oh Tuhan..

Kuatkan kami…

_Yang terdaLam_

KuLepas semua yang ku inginkan..

Tak akan kuulangi..

Maafkan jika kau kusayangi.. dan bila kumenanti…

Pernahkah engkau coba mengerti, lihatlah ku disini..

Mungkinkan jika aku bermimpi, salahkan tuk menanti…

“takkan lelah aku menanti,

Takkan hilang cintaku ini…

Hingga saat kau tak kembali..

Kan kukenang dihati sajja…”

Senyuman Sang Peri…

adaLah senyuMan yg hanya bisa ia rasakan biLa sampai kedaLam bahagia’ny…

biLa sampai kedaLam reLung hati’ny yg berteriaK senaNg..

menabuRkan buNga2 kebahagiaan daLam sekujur tuBuhnya…

Sang Peri.. beserta kerapuHan yg tiba2 datang..

Sang Peri beserta keremukan yg terkadang tiba,,,

taPi dia kuat..

dia dengan bebaN berat seberat karuNgan bola duNia..

atau bahKan karuNgan batu2 besar yg panas..

tapi berunTung baginya…

ada sang pangeran yg senantiasa temaniNya …

mski dLm kerapuHannya…

HapusLah keraguan tak berguNa itu wahai Peri..

HapusLah keraguan tak berguNa itu wahai Peri..


hanya dgN bayang pangeRannyaLah, dia bisa tersenYum…

hanya dgn mengingat pangeranNyaLah dia bisa menunjukan muka cerianya…

mski kadaNg sang pangeraN menghiLang bagai diteLan besar’nya Si muLut Bumi..

mski kadaNg sang pangerAn tak menunjukan rasa sayangnya…

daN maLah cenderuNg terLihat seperti tak perduLi Lagi..

dan seperti menyerah bgitu sajaa…

seperti memaLingkan muKa…

seperti meLepaskan erat’ny genggaMan taNgan…

Tapi ada sesuatu..

Ya…

Sesuatu yg tak muNgkin diLakukan sang Pangeran…

Yang muNgkin saja terjadi namun ditutup oLeh keyakinan sekuat kuatnya dari Sang Peri…

sAng peri perCaya…

bagai sang taNgan kanan yg percaya Pada si kiriNya..

Sang Peri yakin…

denGan kekuatan ciNta tak tertandingi itu..

dia hapus keraguan tak berguNa yg ada dibenak sang peri itu…

Sang Pangeran juga… hanya iNsan biasa

Yg terkadang hiLaf dan jatuH daLam ego’ny..

Yg trkadang tak sangguP dgn apa yg kini sdg dihadapinya..

daN meLuncurkan sikaf dan sifat yg pasti bukan adaLah dirinya…

Tapi sang peri ttap yakin..

Ttap percaya…

“Akku percaYa kamu..

Melebihi apa yg orang katakan kepadamu..

Aku percaya kamu..

Tak peduLi apa yg org katakan tntang kamu

Yg ku tau..

Kau slalu sejukan hatiku

Yg ku tau…

Kau slalu ada saat ku membutuhkanmu

Kau selalu ada disaat ku rapuh..”

daN kini..

biArkan sang peri ttap ada daLam keyakinannya..

daN sang pangerAn…

ttapLah disampiNgnya..

engkauLah kbahagiaan bagi setiaP Lagkah kakinya…

engkauLah kebahagiaan bagi setiap tatapan mataNya…

MesiN jahat taK bermaaf…

MesiN jahat taK bermaaf…


kekejaman tak berarah itu ..

tiba2 memecah lembaraN kaSih yG kuatNya tak tertanDingi…

SeoLah mesin pembongkar bangunan

yAng mengguSur sebuah baNgunan sederhaNa

berdinding keLembutan ciNta…

Mesin itu jatuh pada sebuah zoNa bernamakan ZoNa pengHapus SegaLa…

yaNg zona terseBut tak bisa meneRima biLa tiBa2 didatangi oLeh haL yang semu itU..

MesiN jahat taK bermaaf iTu

perLahan menguSur bangUnan tak berdoSa …

Tak perNah disangka sebeLumnya..

MesiN tak bermaaf iTu bisa menghaNcurkan segaLanya..

Menghanyutkan segaLa mimPi

daN menerbangkan segaLa harap yg teruNgkap di Gerimis yang inDah di kala itu…

Mesin itu..adalah semu yg tak terarah

Mesin itu…

Menghancurkan sebentuk jiwa yang semula berdiri tegapp..

Dan sirnakan segala kebahagiaan…

Mesin itu terus brusaha menghancurkan…

Teruss…

daN teruss…

saMpai tersirat daLam hati sang Peri untuk menyerah…

daN mengorbankan perasaan sendiri demi kebahagiaan orang Lain…

LeLah…

Karena hati itu LeLah…

keLeLahan berteman peLuh yg mengucur setiap meNit…

keLeLahan berteman air mata yg setiap detik menetes pada sbuah pipi keciL tak berdosa…

iNgin rasanya cepat berlalu sgala peluh dan air mata yg amat sangat menyiksa batin itu…

amat sangat menyiksa…

hhuhhh…

Ingin mati rasanya hadapi semua ini….

Ingin melayang ke langit saja..

Ingin hilang ditelan bumi,

Dan tak muncul lagi….

Hidup ini mati…

Hidup ini semu….

Derita kian datang silih berganti

Seakan tak pernah henti…

Seakan tak lelah sebarkan buih2 tangis nan sendu…

Otakku kini terasa melapuh , tak terarah

Seakan tak mmiliki tempat tuk utuh kembali…



GerTakaN sang pencaBut kebahagiaaN…

GerTakaN sang pencaBut kebahagiaaN…


Bagai sang Panah yang menusuk tepat di jantung sang peri

Bagai Sang Tembaga Panas yang menggertak!

Dan meremukan utuhnya hati berisi ketuLusan ini,

Gertakan itupun datang…

Sang gertakaAn Si penyabuT kebahagiaan…

Sang gerTakan si penabur keterpurukan…

gerTakan beserta ibLis2 di dalamNya

sedaNg Lawannya hanya malaikat kecil tak bersayap

yang tak ada apa2 nya biLa tak berjuang…

Gertakan Si pEnyabut kebahagiaan dan peNabur keterpurukan

Kini hinggap…

Kini datang kembali…

SAKIT..

PERIH…

Rasa2 seperti iTu kiNi kambuH kembaLi…

kiNi merasuk kembali ke seluruh aliran darah..

daN sampai meLandas pada hati suCi ini…

kini gertakan yg terasa adalah gertakan tebesar

dibandingkan gertakan2 sebelumnya,

dan dibandingkan dengan mesin jahat tak bermaaf sekalipun…

Gertakan terbesar itupun…

Menyebar diseluruh kegelisahan hati..

Tersebar di seluruh kebimbangan hari hari…

Sang Peri,,,

Bertahanlah dan Pergilah bersama kebaahagiaan…

Bertahanlah dan Pergilah bersama kebaahagiaan…



Sang peri bertahan.. dan terus bertahan…

Dengan segaLa peLuh yang temaNinya…

Dengan segaLa air mata yang besertanya…

Dia bertahan…

Dan tRy tO be wonder…

Namun ketiKa itu…

Hati daN fikirnya meledak,

taK bisa tuk dipendam Lagi segala kesakitan itu…

Tak bisa tuk disembunyikan lagii,

Segala kerapuhan tak terhingga itu…

Hingga yang kiNi ada hanya,

Ketidaktahanan.. dan ketidaksanggupan…

Terhadap semua pengorbanan,

Yang amat saNgat meingiris jiwa, dalam setiap detiKnya…

Dan ketidaksanggupan yang tergumpal kini,

daLam hati dan fikirnya itu…

MELEDAK !!!!

MENGGELEGAR !!!!

Dan meLawan .. !

MenerPa ! menerJang ! atau apaLah ….

Tak Mudah..

suNgguh tak muDah…

ButuH sejuta pertiMbangan…

Beserta resiko resiko tinggi didalaMnya…

Dan beserta kemungkinan kemungkinan didalamnya..

buTuh fikiran yg panjang, bahkan kursus merangkai kata…

Tuk hadapi semua rIntangan beraT itu…

dAn akhirNya..

dengan seteteS kemamPuan nya…

Sang peri pun…..



Berahirnya Penderitaan itu…

Berahirnya Penderitaan itu…


Sang peri…

Dengan segala tahap2 didalamnya..

Dengan segala resiko resiko yang siap diterimanya…

Dengan segeNap keberaniannya…

Dan perkuMpulan dari segala kekuatan batiNnya

Diaa….

BERHASIL !!!

Dengankekuatan dari sang pangeran yang selalu temani setiap langkahnya…

Dia… BERHASIL….

Bagai sang Harimau yang Lepas dari jeratannya…

Dia.. BERHASIL…

Akhirnya ..

Senyuman kebahagiaan di bibir kecil sang peri pun

Hadir kembali…

Perjuangan Si pemilik resiko tinggi itu pun ,

Berhasil dilaluinya…

Ucap syukur berjuta2 keluar dari mulut lelahnya…

Kebahagiaan kini mengelilingi setiap dentingan waktu yg berlalu…

Terimakasih Tuhan.. !

Kau yang telah memberikan ujian yang begitu berat ini…

Dan kiNi…

Kau juGa Lah yang meNyelesaikannya…

daN membantu sang peri kembali kedalam senyumaN cerianya…

Senyuman tak tergaNtikan dalam lengkingan pipi keciL sang peri…

Senyuman karena tlah hilangnya beban berat

Kini…

Hati yang semula remuk.. runtuh.. dan lelah…

Kini utuh kembali..

Sekali lagi …

Sang Peri brhasill….

Ada cerita tentang aku dan dia..

Dan kita bersama..

Ada cerita tentang masa yg indah saat kita berduka saat kita tertawa…

Teringat disaat kita tertawa bersama ceritakan semua tentang kita”

Kebahagiaan itu kini…

Kebahagiaan itu kini…


Look at : Link “Dan arti kebahagiaan itu..”

Kebahagiaan tak terhingga itu..

Kini hadir kembali tebarkan sejuta senyuman…

Di setiap lengkingan wajah sang peri…

Beban berat yang semula dipikulnya

Kini Lepas sudah…

Kini sirna sudah…

Yang ada hanya kebahagiaan…

Dan arti kebahagiaan itu,

Bukan harta benda ataupuN tahta…

Tapi kenyamanan abadi dalam jiwa…

Dan kebahagiaan yg hakiki juga…

Adalah ketenangan jiwa yang menyelimuti hati…

Sang Peri tak peduli dengan resiko2 kini dihadapannya…

Kini hanya kebahagiaan yang ia rasa…

Tanpa harta benda…

namuN kesederhanaan yang tenangkan jiwa…

Sang Peri Bahagia…

Dengan kekuatan2 lain dihatinya

Dengan kekuatan kasih sayang dr orang2 yang menyayanginya…

Dan Pangeran yang ia cintai di setiap hembusan nafasnya…